Hadapi Tahun Politik 2019, Golkar Adakan Pendidikan Politik Bagi Masyarakat
Dutawarta.com - Apapun namanya dari pemilihan kepala Negara hingga kepala Desa tetap saja mewajibkan upaya pendidikan politik bagi pemilih.
Pemilihan sebagai prasyarat ketentuan legalitas pemberian hak suara rakyat kepada pemimpin dalam mengelola pemerintahan.
Menghadapi tahun politik tahun 2019, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bengkulu menyelengarakan pendidikan politik kepada masyarakat di Sekretariat DPD Golkar.
Dalam acara tersebut yang juga turut hadir ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar DRS, H. Taufik Hidayat beserta rombongan menyampaikan beberapa hal.
“Kegiatan ini adalah salah satu misi partai golkar, salah satu tugas pertamanya adalah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, ini salah satu langka menuju atau memasuki tahapan kampanye pada bulan Februari nanti, dan mulai menyipakan Tim kerja kepada calon legislatif,” ujarnya, Jumat (25/1/2018).
Memasuki langkah politik, menghadapi arena perpolitikan yang begitu sengit, dalam tujuan acara tersebut, Taufik menambahkan bah kegiatan tersebut adalah bersosial dengan masyarakat.
“Kita memberikan bentuk sosial kepada masyarakat, dan memberikan edukasi kepada para kader khususnya, dan pihak-pihak yang nanti terlibat, sehingga tahu batasan-batasan apa yang dibolehkan dan apa yang tidak dibolehkan dalam proses politik, untuk menjaga ketertiban pemilihan nanti sapaya berjalan aman,” ucapnya.
Salah satu calon DPR RI dapil Bengkulu dari partai Golkar ini melihat kondisi dan situasi provinsi Bengkulu, perlu perjuangan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.
“Disini menjadi tantangan yang kuat ya, untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Bengkulu, setelah kasat mata kita lihat provinsi tetangga yaitu salah satunya Jambi, yang sudah jauh baik dari kita, dimana saya waktu itu adalah PLT partai Golkar di sana, maka kita harus bangkit dan benar-benar berjuang untuk menyampaikan aspirasi rakyat, penyambung lidah rakyat di senayan, karena DPR memiliki peran agar supaya Bengkulu ini bisa maju sama seperti tempat lain,” ungkapnya.
Melihat potensi yang ada, sangat sayang apabila hal tersebut tidak dibangun, karena peran DPR agar bisa menjadi mitra esekutif untuk menuju kiprah membangun tingkat Daerah dan Provinsi.
Taufik melanjutkan, baginya Golkar menjadi kekuatan pertama, itu dimulai dengan perolehan suara yang signifikan baik di tingkat kabupaten, kota, Provinsi dan Pusat, karena Golkar dulu adalah salah satu perolehan kursi terbanyak, maka bagaimana bentuknya kita harus dapat memperoleh kursi itu lagi.
Acara tersebut yang berlangsung selama dua jam ini dengan tema “Pendidikan Politik Bagi Kalangan Tokoh Masyarakat, Masyarakat Adat dan Perempuan” yang dihadiri beberapa tokoh masyarakat kota Bengkulu salah satunya ketua adat kampung kelawi Drs Khairul Shaleh mengatakan.
“Pendidikan ini sangat dibutuhkan, karena masyarakat dalam otaknya kalau ada caleg tidak lain duit, maka ada kalimat lain yaitu WPNP wani piro nomor piro, maka dengan ini perlu di perhatikan untuk menyadarkan masyarakat, harus memperhatikan visi misinya untuk masyarakat, kedepanya harus bagaimana, nah itu yang penting,” ucap Khairul.
Untuk menghadapai pemiliham wakil rakyat dan presiden dan wakil presiden khirul menambahkan.
“Masyarakat harus bersama-sama menyukseskan pilkada dengan pileg ini, tidak ada lagi suara yang harus golput, tidak ada lagi masyarakat yang tidak datang ke TPS, masyarakat harus menentukan pilihanya,” tutup Khairul ketua adat Kampung Kelawi. (PB)
Facebook comments