Skip to main content
x
Hilirisasi Kelapa Dalam Buka Peluang Ekonomi Baru di Enggano

Hilirisasi Kelapa Dalam Buka Peluang Ekonomi Baru di Enggano

BENGKULU — Program hilirisasi kelapa dalam di Pulau Enggano dinilai berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat sektor pertanian nasional.

Tingginya permintaan produk turunan kelapa seperti santan, minyak kelapa, dan virgin coconut oil (VCO) menjadi momentum strategis untuk mempercepat pengembangan industri hilir berbasis komoditas lokal di wilayah terluar tersebut.

Kepala Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan Medan, Kusharyanto, mengatakan potensi kelapa dalam di Pulau Enggano sangat besar dan perlu segera dioptimalkan melalui program hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Program ini penting segera dijalankan karena nilai tambah yang dihasilkan cukup tinggi,” kata Kusharyanto.

Camat Enggano, Yopi Pardiansyah Kauno, mengatakan hilirisasi tidak hanya berfokus pada pengolahan bahan baku utama, tetapi juga mencakup pemanfaatan hasil samping yang selama ini belum tergarap maksimal.

Menurut dia, selain minyak kelapa dan VCO, bagian lain seperti air kelapa, sabut, tempurung, hingga kulit ari (testa) memiliki potensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, termasuk untuk kebutuhan industri kreatif dan oleokimia.

“Jika dimanfaatkan dengan baik, hilirisasi bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menilai tantangan utama pengembangan hilirisasi terletak pada keberlanjutan pasokan bahan baku.

Ia menekankan pentingnya peningkatan budi daya kelapa dalam untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus meningkat, di tengah persaingan dengan permintaan ekspor.

Saat ini, program penanaman kelapa dalam di Pulau Enggano menyasar 1.500 hektare dengan kepadatan sekitar 110 bibit per hektare. Bibit yang digunakan merupakan bibit berlabel dan bersertifikat dari Balai Benih Regional Sumatera di Medan.

Dengan dukungan hilirisasi dan peningkatan budi daya, Pulau Enggano diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu sentra pengembangan kelapa dalam yang berdaya saing dan berkelanjutan di Indonesia.

 

Dibaca : 2Klik

Facebook comments