Skip to main content
x
Kapolsek Tebat Karai Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial dan jauhi narkoba

Jadi Inspektur Upacara di Sekolah, Kapolsek Tebat Karai Ajak Pelajar Jauhi Narkoba dan Bijak Bermedia Sosial dan jauhi narkoba

KEPAHIANG — Pesan tentang menjaga masa depan generasi muda disampaikan Polsek Tebat Karai Polres Kepahiang dalam kegiatan Police Goes To School di SMP Negeri 2 Tebat Karai, Senin (31/8/2026).

Kapolsek Tebat Karai IPDA Frengky, S.E. hadir langsung sebagai pembina upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang berlangsung di lapangan sekolah mulai pukul 07.30 WIB. Kegiatan diikuti para siswa, dewan guru dan staf SMPN 2 Tebat Karai.

Tidak sekadar menjadi rutinitas upacara, kesempatan tersebut dimanfaatkan Kapolsek untuk menyampaikan sejumlah pesan penting yang berkaitan langsung dengan kehidupan pelajar.

Kapolsek mengingatkan para siswa agar selalu menghormati orang tua dan guru serta menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk meraih cita-cita.

“Gunakan masa sekolah untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Hormati orang tua dan guru karena merekalah yang selalu mengarahkan kita menuju masa depan yang lebih baik,” pesan IPDA Frengky.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap ancaman narkoba yang dapat menyasar generasi muda. Kapolsek meminta para siswa tidak mudah menerima ajakan untuk mencoba maupun mencicipi barang yang tidak diketahui asal-usulnya.

“Narkoba bukan jalan untuk mencari kesenangan. Sekali terjerumus, dampaknya bisa menghancurkan kesehatan, pendidikan, pergaulan bahkan masa depan,” tegasnya.

Selain narkoba, perkembangan teknologi dan media sosial turut menjadi perhatian. Para pelajar diimbau untuk menggunakan media sosial secara bijak, tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi serta menghindari unggahan atau komentar yang dapat menimbulkan konflik dan merusak hubungan pertemanan.

Kapolsek juga mengenalkan layanan darurat Kepolisian 110 kepada para siswa. Layanan tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan bantuan kepolisian maupun melaporkan berbagai gangguan Kamtibmas, termasuk bullying, tawuran dan tindak kejahatan lainnya.

“Anak-anak harus tahu bahwa ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan bantuan kepolisian, ada layanan 110 yang bisa dihubungi. Layanan ini gratis dan tersedia selama 24 jam,” jelas IPDA Frengky.

Dalam kesempatan yang sama, keselamatan berlalu lintas juga menjadi bagian dari edukasi. Pelajar yang belum cukup umur diingatkan untuk tidak mengendarai kendaraan bermotor sendiri. Kapolsek juga mengingatkan agar siswa tidak menaiki atap kendaraan maupun bergelantungan di pintu kendaraan karena sangat membahayakan keselamatan.

Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, pendekatan kepada pelajar perlu dilakukan secara berkelanjutan karena masa depan daerah berada di tangan generasi muda.

“Pembinaan kepada pelajar tidak hanya berbicara tentang aturan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga mereka agar tetap berada di lingkungan yang positif. Edukasi mengenai narkoba, media sosial, keselamatan berlalu lintas dan Kamtibmas harus terus dilakukan,” ujar AKBP Yuriko.

Menurutnya, Police Goes To School merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di lingkungan pendidikan untuk membangun komunikasi dua arah dengan siswa maupun pihak sekolah.

“Polri ingin menjadi mitra bagi sekolah dan pelajar. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi permasalahan dapat dicegah sejak dini,” tambahnya.

Dibaca : 1Klik

Facebook comments