Skip to main content
x
Anton Sefrizal, S.STP

Batas Desa dan Kelurahan di Rejang Lebong Diperbupkan

Curup,Dutawarta.com - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong (RL) melalui bagian pemerintahan setiap tahunnya membuat peraturan bupati (Perbup) tentang batas desa dan kelurahan. Menurut Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setdakab RL Anton Sefrizal, S.STP, pada tahun 2015 hingga tahun 2019,dari 156 desa dan kelurahan di RL, sebanyak 40 persennya sudah dilakukan 
Deliniasi (pelacakan lapangan). 

Namun, mulai dri tahun 2019 kegiatan itu dihentikan dan diganti dengan pembuatan perbup terhadap desa yang sudah dibuat pelacakan. "Jadi sampai sekarang belum kita lanjutkam lagi. Kemudian yang sudah kita terbitkan perbupnya pada tahun 2019 sebanyak 9 kelurahan dan 1 desa. Lalu di tahun 2020 nihil. Sempat kita anggarkan 10 kelurahan tapi kena recofusing anggaran. Tahun 2021 kita usulkan 10 kelurahan/desa lagi tapi cuma bisa diakomododir 3 kelurahan karena masih ada recofusing. Pada tahun 2022 tetap kita usulkan untuk 10 kelurahan/desa untuk di perbupkan lagi," ungkap Anton.

Mantan Sekretaris Camat Sindang Kelingi ini menjelaskan, beberapa wilayah yang belum dilakukan pelacakan tapal batas desa dan kelurahan diantaranya di Kecamatan Binduriang, Kota Padang, Sindang Dataran, Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya. Karena selama ini pelacakan baru difokuskan untuk kecamatan-kecamatan sekitar perkotaan saja. Namun, pada tahun 2019 pelacakan sempat dilaksakan di Kecamatan Sindang Kelingi.

Sayangnya,saat di lapangan petugas juga kerap menemui kendala adanya saling klaim batas wilayah dari desa atau kelurahan yang berbatasan. Jika menemui hal yang demikian maka pihaknya akan menyerahkan kepada pihak-pihak yang berseteru untuk menyepakatinya terlebih dahulu. 

"Karena tujuan dari kegiatan ini untuk mencapai kesekatan antar desa yang berbatasan. Kita tentukan titik koordinatnya dan kita sepakati lalu dibuatkan berita acaranya. Jadi yang sudah dilakukan pelacakan kita terbitkan perbupnya. Dalam kegiatan ini berkoodinasi dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) karena kita belum bisa bergerak sendiri," pungkasnya. (Yon)

 

Dibaca : 4Klik

Facebook comments