Skip to main content
x
Politik
Tolak dan Lawan Poltik Uang

Bawaslu Deklarasi Tolak Politik Uang Pilkada 2018

Dutawarta.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyatakan komitmennya untuk tolak dan lawan politik uang (money politic), dan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam penyelenggaraan pilkada 2018, yang disampaikan di Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu, Rabu (14/02/2018).

Deklarasi itu tampak hadir unsur FKPD Provinsi Kota, Bawaslu Provinsi Kota, KPU Provinsi Kota, Panwascam Se Kota, Kapolres Kota, Danlanal, General Manager Media Cetak Elektronik, dan 4 pasangan calon wali kota Bengkulu.

Saat membuka deklarasi itu, ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Persada Harahap SP, M.Si, menyampaikan komitmen ini menjadi kunci bagi kita semua untuk bersama-sama menciptakan setiap tahapan Pilkada 2018 bebas dari money Politic. 

"Money politic uang dan politisasi SARA adalah hambatan dalam mewujudkan Pilkada yang berkualitas. Semua elemen harus melawan money politic," ujar Persada Harahap. 

"Dalam proses pemilihan wali kota bulan Juni nanti, mari kita tinggalkan politik uang (money politic) karena akan mejadi masalah besar setelah terpilih nanti," tegas Parsadaan.

Pejabat Wali Kota Bengkulu Budiman Ismaun dalam arahan menyampaikan rasa syukur deklarasi ini bisa digelar, kegiatan ini bisa menjadi renungan dan kerjakan bersama. 

"Tugas saya menjaga netralitas ASN dan meningkatkan partisipasi pemilih," papar penjabat wali kota.

"Kandidat pasangan calon diharapkan tidak memberi uang kepada masyarakat. "embrio korupsi pemerintahan adalah berawal dari Pilkada ini," tambahnya.

Mari kita sambut pesta demokrasi dengan aman dan tertib," dari rencana awal kita baik mudah-mudahan hasilnya juga baik," tutup Penjabat Wali Kota Budiman Ismaun.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyatakan komitmennya untuk tolak dan lawan politik uang (money politic), dan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam penyelenggaraan pilkada 2018, yang disampaikan di Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu, Rabu (14/02/2018).

Deklarasi itu tampak hadir unsur FKPD Provinsi Kota, Bawaslu Provinsi Kota, KPU Provinsi Kota, Panwascam Se Kota, Kapolres Kota, Danlanal, General Manager Media Cetak Elektronik, dan 4 pasangan calon wali kota Bengkulu.

Saat membuka deklarasi itu, ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Persada Harahap SP, M.Si, menyampaikan komitmen ini menjadi kunci bagi kita semua untuk bersama-sama menciptakan setiap tahapan Pilkada 2018 bebas dari money Politic. 

"Money politic uang dan politisasi SARA adalah hambatan dalam mewujudkan Pilkada yang berkualitas. Semua elemen harus melawan money politic," ujar Persada Harahap. 

"Dalam proses pemilihan wali kota bulan Juni nanti, mari kita tinggalkan politik uang (money politic) karena akan mejadi masalah besar setelah terpilih nanti," tegas Parsadaan.

Pejabat Wali Kota Bengkulu Budiman Ismaun dalam arahan menyampaikan rasa syukur deklarasi ini bisa digelar, kegiatan ini bisa menjadi renungan dan kerjakan bersama. 

"Tugas saya menjaga netralitas ASN dan meningkatkan partisipasi pemilih," papar penjabat wali kota.

"Kandidat pasangan calon diharapkan tidak memberi uang kepada masyarakat. "embrio korupsi pemerintahan adalah berawal dari Pilkada ini," tambahnya.

Mari kita sambut pesta demokrasi dengan aman dan tertib," dari rencana awal kita baik mudah-mudahan hasilnya juga baik," tutup Penjabat Wali Kota Budiman Ismaun. (Rilis, Humas Pemprov Bengkulu)

Dibaca : 10Klik

Facebook comments