Skip to main content
x
Senator Leni John Latief Ajak Umat Islam Maksimalkan Ibadah dan Sedekah di Awal Muharram 1448 H

Senator Leni John Latief Ajak Umat Islam Maksimalkan Ibadah dan Sedekah di Awal Muharram 1448 H

Bengkulu — Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Provinsi Bengkulu, Hj Leni Haryati John Latief, mengajak umat Islam untuk memanfaatkan momentum 10 hari pertama bulan Muharram 1448 Hijriah dengan memperbanyak ibadah dan amal saleh, terutama puasa sunnah, sedekah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Perempuan berhijab kelahiran Taba Anyar ini mengungkapkan, bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan mulia (Asyhurul Hurum) yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan maupun perbuatan zalim.

"Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bahwa puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Momentum ini hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh," kata Hj Leni Haryati John Latief, Jumat (19/6/2026).

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ini menjelaskan, amalan yang paling utama pada awal Muharram adalah puasa sunnah, khususnya Puasa Tasu'a dan Puasa Asyura. Puasa Tasu'a dilaksanakan pada 9 Muharram, sedangkan Puasa Asyura pada 10 Muharram yang memiliki keutamaan dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.

Mantan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bengkulu ini mengingatkan bahwa tahun ini terdapat perbedaan penetapan awal Muharram antara Pemerintah Republik Indonesia dan Muhammadiyah dengan Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU).

Berdasarkan ketetapan pemerintah dan Muhammadiyah, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026 sehingga Jumat, 19 Juni 2026 bertepatan dengan 4 Muharram. Sementara menurut LF PBNU, 1 Muharram jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026 sehingga Jumat, 19 Juni 2026 bertepatan dengan 3 Muharram.

"Perbedaan ini merupakan bagian dari khazanah fikih yang harus disikapi dengan saling menghormati. Yang terpenting adalah umat Islam tetap fokus meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga ukhuwah," ujar Hj Leni Haryati John Latief.

Dengan adanya perbedaan tersebut, jadwal puasa sunnah Muharram juga mengalami perbedaan. Menurut versi pemerintah dan Muhammadiyah, Puasa Tasu'a jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026 dan Puasa Asyura pada Kamis, 25 Juni 2026. Sedangkan berdasarkan penetapan PBNU, Puasa Tasu'a dilaksanakan pada Kamis, 25 Juni 2026 dan Puasa Asyura pada Jumat, 26 Juni 2026.

Pembina Forum Melayu Rembuk Bengkulu ini juga mengajak umat Islam memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, mempererat silaturahmi, serta membantu fakir miskin dan anak yatim selama bulan Muharram.

Ia menambahkan, salah satu amalan yang dianjurkan pada Hari Asyura adalah melapangkan nafkah bagi keluarga sebagai bentuk syukur dan upaya membahagiakan keluarga.

"Momentum Muharram hendaknya dijadikan sarana memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah subhanahu wa ta'ala, mempererat hubungan dengan sesama manusia, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat," tutur Hj Leni Haryati John Latief.

Perempuan yang akrab disapa Senator Leni John Latief ini juga mengingatkan umat Islam untuk menjaga diri dari berbagai perbuatan maksiat dan kezaliman selama bulan Muharram. Sebagai bulan yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta'ala, setiap amal kebaikan memiliki nilai pahala yang besar, demikian pula perbuatan buruk yang harus dihindari.

"Semoga tahun baru Islam ini menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih dekat kepada Allah subhanahu wa ta'ala," demikian Leni Haryati John Latief.

Dibaca : 2Klik

Facebook comments