Komitmen Dukung Program Ketahanan Pangan, Rutan Bengkulu Kembangkan Budidaya Ratusan Bibit Ikan Nila
Bengkulu – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkulu terus berkomitmen dalam mendukung program ketahanan pangan dengan mengembangkan budidaya ikan. Sebagai langkah konkret, Rutan Bengkulu melepas sebanyak 500 ekor bibit ikan nila ke dalam kolam yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kegiatan ini berlangsung di area Rutan dan merupakan bagian dari upaya pemanfaatan lahan yang tersedia untuk menciptakan sumber pangan mandiri.
Kolam yang digunakan untuk budidaya ikan ini memiliki ukuran 3x6 meter dan telah dipersiapkan secara matang untuk mendukung pertumbuhan ikan nila. Proses persiapan meliputi pengolahan air, penyesuaian kadar pH, serta penyediaan pakan yang cukup guna memastikan perkembangan ikan berjalan optimal. Pelepasan bibit ikan ini diharapkan dapat memberikan hasil panen dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan ke depan.
Kepala Rutan Bengkulu, Yulian Fernando menyampaikan bahwa program budidaya ikan ini merupakan bagian dari strategi ketahanan pangan yang dicanangkan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk melatih para warga binaan agar memiliki keterampilan dalam budidaya ikan yang dapat menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat.
“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi Rutan, baik sebagai bentuk ketahanan pangan maupun sebagai sarana edukasi bagi warga binaan. Dengan adanya budidaya ikan nila ini, diharapkan nantinya Rutan Bengkulu dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, khususnya dalam hal konsumsi ikan,” ujar Kepala Rutan.
Petugas Rutan Bengkulu secara rutin melakukan pengecekan kualitas air, termasuk kadar pH, untuk memastikan lingkungan kolam tetap dalam kondisi ideal bagi pertumbuhan ikan. Pemantauan ini menjadi aspek penting dalam budidaya ikan nila agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang optimal. Selain itu, pemberian pakan dilakukan secara teratur dengan memperhatikan keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan.
Salah satu petugas yang bertanggung jawab atas program ini, Nanang Darmawan menyampaikan bahwa perawatan ikan nila memerlukan ketelatenan, mulai dari pemantauan kondisi air hingga pemberian pakan yang cukup. Jika proses ini berjalan dengan baik, maka dalam waktu tiga hingga empat bulan ke depan, ikan nila yang telah dilepas dapat dipanen dan dimanfaatkan.
Selain sebagai bagian dari ketahanan pangan, program budidaya ikan ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui keterlibatan dalam kegiatan ini, para warga binaan akan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat berguna bagi mereka setelah selesai menjalani masa pembinaan di Rutan.
"Dengan adanya program ini, Rutan Bengkulu tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan pembinaan, tetapi juga mengembangkan inisiatif yang berdampak positif bagi keberlangsungan hidup warga binaan. Diharapkan program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi Rutan maupun masyarakat secara luas," tutup Yulian.

Facebook comments