Lapas Kelas IIA Bengkulu Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Pelatihan Produksi Tempe
Bengkulu - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu terus menunjukkan kreativitas dan kemandirian dalam menjalani pembinaan. Salah satu kegiatan baru yang mulai dilaksanakan adalah produksi tempe di bengkel kerja "BERIJO", yang menjadi wadah pelatihan keterampilan bagi para warga binaan. Hari ini, sebanyak 15 kilogram kedelai diolah dan akan siap dikonsumsi atau dipasarkan dalam dua hari ke depan.
Kegiatan ini merupakan implementasi dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yang menekankan Penguatan dan Peningkatan Pendayagunaan Warga Binaan Untuk Menghasilkan Produk UMKM. Program ini bertujuan untuk menciptakan warga binaan yang produktif dan siap berkontribusi dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setelah mereka bebas.
Dalam kegiatan ini, para warga binaan dibimbing langsung oleh Hendri Gunawan selaku koordinator kegiatan kerja warga binaan (Giatja) dan diawasi oleh Taswi, seorang mantan warga binaan Lapas Bengkulu yang kini telah sukses menjalankan usaha mandiri di bidang produksi tempe. Dengan pengalamannya, Taswi memberikan bimbingan teknis dan motivasi kepada para warga binaan agar mereka bisa memahami seluk-beluk pembuatan tempe dengan baik dan menjadikannya sebagai peluang usaha setelah bebas nanti.
Para warga binaan diajarkan teknik produksi tempe yang benar, mulai dari tahap perendaman kedelai, perebusan, pengupasan kulit, pencampuran dengan ragi, hingga proses fermentasi dan pembungkusan. Hendri Gunawan menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan sehingga mereka memiliki bekal usaha setelah bebas nanti. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar mengisi waktu luang, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi mereka di masa depan. Harapannya, ilmu yang mereka pelajari di sini dapat menjadi modal untuk mandiri dan tidak kembali ke jalur yang salah,” ujarnya.
Selain sebagai bentuk pembinaan, produksi tempe ini juga menjadi peluang ekonomi bagi warga binaan. Hasil produksi yang berkualitas dapat dipasarkan ke lingkungan sekitar lapas maupun masyarakat luas. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, tempe buatan warga binaan ini sudah mendapat apresiasi karena rasanya yang enak dan teksturnya yang baik.
Lebih dari itu, Lapas Kelas IIA Bengkulu bertekad untuk bersaing di sektor UMKM Bengkulu dengan menghadirkan produk-produk berkualitas yang diproduksi oleh warga binaan. Program ini tidak hanya menciptakan keterampilan individu, tetapi juga membuka peluang bagi lapas untuk berkontribusi dalam perekonomian lokal.
Dengan adanya program seperti ini, diharapkan warga binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga termotivasi untuk berubah dan membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti. Lapas Kelas IIA Bengkulu berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program pembinaan yang bermanfaat demi menciptakan warga binaan yang lebih mandiri dan siap kembali ke masyarakat.
Facebook comments