Kunjungan Lebaran Warga Binaan, Lapas Bengkulu Pastikan Berlangsung Aman dan Nyaman
Bengkulu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkulu berpartisipasi dalam kegiatan pengarahan kesiapan layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1446 H yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini bertujuan untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan ketertiban layanan kunjungan di seluruh Lapas dan Rutan selama perayaan Idul Fitri.
Lapas Kelas IIA Bengkulu diwakili oleh beberapa pejabat dan staf, yakni Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Supian Natalis; Kepala Sub Seksi Pencatatan Laporan dan Tata Tertib, Andika Saputra; Kepala Sub Seksi Keamanan, Meli Kurniati; serta sejumlah staf lainnya. Mereka mengikuti pengarahan ini guna memahami dan menerapkan prosedur pelayanan kunjungan Lebaran yang telah ditetapkan oleh Ditjenpas.
Dalam kesempatan ini, Direktur Kepatuhan Internal Ditjenpas, Lilik Sujandi, menegaskan bahwa layanan kunjungan Idul Fitri harus berjalan dengan prinsip tertib, aman, nyaman, dan bebas pungutan liar (pungli). Beliau menyoroti beberapa aspek krusial yang perlu diperhatikan oleh seluruh jajaran pemasyarakatan, termasuk mitigasi risiko, pengaturan jadwal kunjungan, dan peningkatan fasilitas layanan.
Beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam layanan kunjungan Lebaran di Lapas dan Rutan antara lain potensi kepadatan pengunjung, benturan kepentingan dengan lingkungan sekitar, serta peningkatan risiko keamanan. Oleh karena itu, Ditjenpas memberikan pedoman yang harus diterapkan untuk menghindari kendala tersebut, di antaranya pengaturan waktu kunjungan, pengawasan ketat terhadap keamanan, serta memastikan kenyamanan petugas dalam bertugas.
Untuk menghindari penumpukan pengunjung, setiap kunjungan harus terorganisir dengan baik, termasuk pengaturan antrean, pendaftaran, serta pengecekan identitas dan barang bawaan. Selain itu, Ditjenpas menekankan bahwa tidak boleh ada celah bagi praktik pungutan liar, pelarian narapidana, maupun penyalahgunaan fasilitas. Pengawasan akan dilakukan dengan sistem pengendalian yang ketat, seperti pemeriksaan identitas dan barang bawaan pengunjung. Tidak hanya itu, kesehatan dan kesiapan petugas juga menjadi prioritas agar layanan tetap optimal. Petugas yang bertugas harus dalam kondisi prima, serta rotasi kerja akan diterapkan untuk menghindari kelelahan berlebihan.
Menindaklanjuti pengarahan tersebut, Lapas Kelas IIA Bengkulu telah menyusun langkah-langkah strategis guna memastikan pelaksanaan layanan kunjungan berjalan sesuai arahan Ditjenpas. Lapas telah menyusun strategi layanan dan pengamanan, termasuk menetapkan kebutuhan personel serta merancang sistem pengaturan pengunjung. Untuk memastikan kesiapan, akan dilakukan simulasi dan pengecekan akhir terhadap sarana dan prasarana sebelum layanan kunjungan dimulai.
Selain itu, Lapas Kelas IIA Bengkulu akan membagi tugas ke dalam empat gugus utama, yaitu Gugus Tugas Penerimaan dan Pendaftaran (Sandi F) yang bertugas mengatur kedatangan, parkir, serta pendaftaran pengunjung; Gugus Tugas Pengecekan (Sandi C) yang bertanggung jawab dalam pemeriksaan identitas dan barang bawaan pengunjung; Gugus Tugas Kunjungan atau Pertemuan (Sandi V) yang mengawasi jalannya kunjungan, memanggil narapidana, dan mengelola pusat informasi; serta Gugus Tugas Pengeluaran Pengunjung (Sandi E) yang mengatur keluar-masuk pengunjung serta pemeriksaan akhir sebelum meninggalkan area Lapas.
Dari segi keamanan, Lapas Kelas IIA Bengkulu telah menerapkan sistem antrean dan delay untuk menghindari kepadatan, penggunaan kalung pembeda identitas guna memastikan tidak ada penyalahgunaan identitas, serta pemindaian sidik jari untuk memastikan kesesuaian identitas pengunjung dan narapidana. Selain itu, tersedia help desk dan layanan darurat untuk menangani situasi yang membutuhkan respons cepat.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib Lapas Kelas IIA Bengkulu, Supian Natalis, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh jajaran untuk menerapkan arahan Ditjenpas secara optimal. Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang ingin mengunjungi keluarganya di Lapas saat Lebaran. Dengan sistem yang tertata dan keamanan yang diperketat, ia memastikan kunjungan akan berjalan dengan nyaman dan tertib.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Keamanan, Meli Kurniati, menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau kesiapan petugas dan fasilitas guna menjaga kelancaran pelayanan. Ia menyatakan bahwa evaluasi akan terus dilakukan agar mekanisme layanan dapat disesuaikan sehingga pengunjung tidak mengalami kendala administrasi maupun antrean panjang.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Lapas Kelas IIA Bengkulu optimis bahwa layanan kunjungan Lebaran tahun ini akan berjalan lebih baik, tertib, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Ditjenpas. Supian Natalis mengimbau seluruh keluarga narapidana untuk mengikuti prosedur yang telah ditentukan agar kunjungan berjalan lancar. Ia berharap layanan ini dapat memberikan kebahagiaan bagi para warga binaan dan keluarganya di hari yang fitri.
Facebook comments