Skip to main content
x
SDN 114 Bengkulu Utara Gelar Ujian Praktik Memasak, Program MBG Terkendala Jalan Rusak

SDN 114 Bengkulu Utara Gelar Ujian Praktik Memasak, Program MBG Terkendala Jalan Rusak

Bengkulu Utara, Dutawarta.id – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 114 Bengkulu Utara kembali melaksanakan ujian praktik memasak bagi siswa kelas VI dalam mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan (SBK), kegiatan yang rutin digelar setiap tahun.

Sekolah yang berada di ujung jalan lintas nasional penghubung Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Lebong itu menggelar kegiatan pada Rabu (6/5/2026).

Kepala SDN 114 Bengkulu Utara, Ibrahim, S.Pd.SD, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan melatih kemandirian dan kreativitas siswa, khususnya dalam mengenal budaya lokal melalui keterampilan memasak makanan khas daerah.

“Tujuan kegiatan ini untuk melatih anak mandiri dan kreatif dalam seni budaya muatan lokal, terutama mengenal makanan khas budaya lokal. Harapannya anak-anak bisa mandiri saat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi dan hidup jauh dari orang tua,” ujar Ibrahim.

Ia menjelaskan, pembelajaran saat ini berpusat pada siswa sehingga kegiatan praktik seperti memasak menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Ujian praktik tersebut dilaksanakan satu kali dalam setahun.

Selain itu, Ibrahim juga menyinggung Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini belum tersalurkan ke sekolah mereka.

Menurut keterangan pihak pengelola dapur MBG, distribusi makanan terkendala kondisi jalan menuju sekolah yang rusak parah. Mereka khawatir makanan yang dibawa tidak layak saji saat tiba di lokasi.

“Katanya khawatir nasi sampai ke sekolah sudah berantakan karena kondisi jalannya rusak,” tambahnya.

Pantauan awak media, selain belum tersentuh program MBG, SDN 114 Bengkulu Utara juga masih mengalami berbagai keterbatasan fasilitas. Kantor sekolah masih menggunakan ruang belajar, fasilitas WC dinilai kurang memadai, serta belum memiliki gedung UKS dan perpustakaan.

Padahal, lahan untuk pembangunan fasilitas tersebut telah tersedia. Bahkan proses pemerataan tanah dilakukan secara gotong royong bersama Komite Sekolah. (Suradi)

Dibaca : 48Klik

Facebook comments