Pemuda Kepahiang: Jangan Ada Pertumpahan Darah Ditengah Demo Penolakan Harga BBM!
Dutawarta.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memantik penolakan dari berbagai pihak, tak terkecuali mahasiswa yang ikut menolak kenaikan BBM bersubsidi. Kenaikan harga bahan bakar itu dinilai tidak berpihak pada masyarakat yang berusaha pulih dari keterpurukan perekonomian akibat pandemi Covid-19, momentum kenaikan tarif bahan bakar dinilai tidaklah tepat.
Sependapat dengan hal itu, tokoh Pemuda Kepahiang Sandes Syahputra mengatakan, gerakan demo yang dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas ketidakadilan. Ia berharap mahasiswa dapat menyampaikan pendapat tanpa adanya pertumpahan.
"Jangan sampai ada pertumpahan dari demo yang dilakukan atas penolakan kenaikan harga BBM ini, demo yang dilalukan ini adalah bentuk perlawanan atas ketidakadilan," ujar Sandes.
Sandes juga menyampaikan dalam hal kenaikan BBM ini mengutip dari pernyataan Presiden Jokowi kenaikan BBM disebabkan oleh tidak tepatnya sasaran bagi penikmat BBM subsidi, masih banyak kalangan masyarakat yang mampu menikmati BBM subsidi. Menurutnya, ini seharuanya menjadi evaluasi bagi pemerintah kenapa hal tersebut bisa terjadi.
"Kok bisa rakyat yang salah, seharusnya inilah peran pemerintah mengawasi kenapa hal ini bisa terjadi kalau memang hal tersebut salah seharusnya petugas di SPBU haru jeli dong kenapa bisa diberikan," tegas Sandes.
Sandes juga memberikan saran terhadap kondisi yang terjadi hari ini, melihat kondisi demonstrasi terjadi dimana-mana oleh semua golongan baik mahasiswa maupun buruh untuk pemerintah mengkaji ulang terhadap keputusan menaikkan harga BBM di tanah air.
" Solusinya pemerintah pusat dalam hal ini Presiden mengkaji ulang terhadap kenaikan BBM, tidak ada solusi lain dan menurunkan harga BBM yang telah dinaikkan,"tutup Sandes.
Facebook comments